Industri media televisi senantiasa berdiri pongah dengan hiperrealitas dan peniruan-peniruan yang dibuatnya di layar kaca. Di balik itu, determinisme ekonomi dan hegemoni mendorong makin membuncahnya keberingasan EKONOMI POLITIK MEDIA. Dan pembongkaran-pembongkaran atas "ideologi" itu semua dimulai dengan menyelidiki teks berita televisi.
Januari 18, 2012
postkomodifikasi media & CULTURAL STUDIES
Desember 14, 2011
media dan KOMUNIKASI POLITIK
Bising-bising komunikasi politik terekam dalam catatan politik kalangan akademisi dan praktisi media dalam buku Media dan Komunikasi Politik yang diterbitkan oleh Pusat Studi Komunikasi dan Bisnis (PUSKOMBIS) Universitas Mecu Buana Jakarta dan Aspikom.Catatan saya tentang Akuntabilitas Politik di Layar Kaca turut mewarnai buku tersebut. Selamat untuk Puskombis UMB Jakarta dan Aspikom, serta selamat ulang tahun.[]
Oktober 09, 2010
menanti tayangan video mirip artis

Gegar kasus video porno yang diduga dimainkan Ariel "Peterpan", Luna Maya, dan Cut Tari, sesungguhnya bukan sekedar menghindangkan sensasi dan aroma kepentingan media yang memburu rating dan share. Di balik itu, media itu tengah mempertaruhkan objektivitas dan kearifannya.
Beranjak dari pemikiran "sederhana" itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, syaiful HALIM, penulis Gado-gado Sang Jurnalis: Rundown Wartawan Ecek-ecek dan Memotret Khatulistiwa, akan menghidangkan buku paling baru bertajuk:
TAYANGAN MIRIP VIDEO ARTIS
-- Pertaruhan Objektivitas dan Kearifan Media
Seperti juga buku-buku terdahulu, kali ini sang penulis akan tetap dengan gaya bertuturnya untuk mengungkapkan delapan kekeliruan media dalam memilih dan mengemas tema kasus video porno itu. Nantikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
